| Sejarah Bandara | : | Bandar Udara Radin Inten II sebelumnya bernama Pelabuhan Udara Branti Adalah satu-satunya pintu gerbang melalui udara di Propinsi Lampung yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Natar, Desa Branti, tepatnya di Pulau Sumatera dengan koordinat 05-15 S-105-11 E. Pelabuhan Udara Branti adalah peninggalan pemerintah Jepang yang dibangun tahun 1943. Pada tahun 1946 sampai dengan tahun 1955 Pelabuhan Udara Branti dikelola oleh DETASEMEN AU / AURI dan pada saat itu belum ada penerbangan komersial / reguler Pada tahun 1955 pengelola Pelabuhan Udara Branti dikelola Jawatan Penerbangan Sipil (DPS), karena pada tahun tersebut DETASEMEN Angkatan Udara (AURI) pindah ke ASTRA KSETRA di Menggala Kabupaten Tulang Bawang. Pada tahun 1956 Garuda Indonesia Irways Merintis dan membuka jalur penerbangan pertama kali dengan menempuh rute Jakarta - Tanjung karang pulang pergi dengan menggunakan pesawat jenis BARRON, dan pada tahun itu juga penerbangan komersial dimulai dengan frekuensi penerbangan 3 kali setiap minggu, kemudian pesawat jenis BARRON diganti dengan jenis DAKOTA (DC-3) dan pada saat itu panjang landasan pacunya adalah + 900 meter. Tanggal 01 September 1985 istilah PELABUHAN UDARA BRANTI dirubah menjadi BANDAR UDARA BRANTI, berdasarkan telek Sekjen Dephup No. 378/TLK/DEPHUP/VIII/85 tanggal 22 Agustus 1985. Pada tanggal 22 Mei 1995 Bandar Udara Branti dirubah lagi menjadi Bandar Udara Radin Inten II Lampung berdasarkan SK Menhub No. KM 10 Tahun 1997 dan pada tanggal 24 Juli 1997 diresmikan oleh Menteri Perhubungan, nama Radin Inten II diambil untuk mengabadikan Nama Pahlawan Nasional dari Propinsi Lampung. Pada tahun 2004 Landasan pacu diperpanjang dari 1.850 M x 30 M menjadi 2000 M x 30 M. pada tahun 2009 Landasan pacu di perpanjang lagi menjadi 2.500 M x 30 M. Pada Tahun 2011 lebar Landasan dibuat menjadi 45 M sehingga saat ini Landasan menjadi 2.500 M x 45 M. Bandar Udara Radin Inten II telah banyak mengalami perkembangan dan kondisinya sudah banyak mengalami perubahan. Operator Air Lines juga mulai meningkatkan dengan jadwal penerbangan sebagai berikut: a. Sriwijaya Airlines dengan rute penerbangan Lampung - Jakarta sebanyak 6x sehari setiap hari. b. Garuda Indonesia dengan rute peberbangan Lampung - Jakarta sebanyak 5x sehari setiap hari serta rute - batam-medan sebanyak 1x c. Lion Mentari Airlines dengan rute penerbangan Lampung - Jakarta sebanyak 2x sehari |